Welcome Myspace Comments

Managemen Waktu

Orang yang pandai membagi waktu,
Bukanlah orang yang mempunyai banyak waktu luang
Tetapi, orang yang punya waktu sempit
Yang waktunya selalu terpakai
Yang waktunya selalu bermanfaat
Dan yang paling penting, bisa berpikir secara parsial
Memikirkan hal yang sesuai dengan kondisi saat itu
Dan memikirkan yang lain saat di tempat lain.

Hujan

Bulan Oktober dimulai.
Pertanda musim penghujan dimulai (menurut ilmu IPA yang dipelajari di SD dulu). Yang mana saat tanggal 23 September matahari tepat di kathulistiwa. Beberapa saat setelah tanggal tersebut, matahari mulai bergerak ke Selatan, sehingga mulai adanya angin musson Barat, sebagai pertanda musim penghujan.

Tetapi, pada praktiknya, sebelum bulan Oktober sudah mulai hujan. Bahkan, di tahun 2016 ini hujannya tidak menentu. (Mungkin alam mulai bosan). Awal tahun kemarin, yang seharusnya sebagai musim penghujan, malah jarang hujan. Pada bulan Agustus dan Sebtember kemarin, yang harusnya musim kemarau, malah sering terjadi hujan. Bahkan dapat dikatakan hujan di setiap sore/malam.

Hal yang sangat aku cemaskan ketika hujan adalah petir. Mungkin karena sering mendengar orang meninggal karena tersambar petir. Mungkin juga karena dulu pernah melihat petir yang melintas tepat di depan mata. Sehingga suatu saat hujan, saya sering berusaha mengamankan barang-barang yang mengundang petir (katanya sih). Ada orang yang mengatakan bahwa barang-barang elektronik bisa memicu sambaran petir, seperti televisi (mungkin lewat antena), laptop (mungkin saat online), hp (mungkin lewat sinyal). Pernah dengar, ada orang tersambar petir karena saat itu lihat TV. Pernah dengar juga orang tersambar petir karena saat hujan, orang tersebut sedang telepon.

Ada juga orang yang mengatakan bahwa di motor terdapat barang yang memicu petir menyambar. Trus bagaimana saat di perjalanan dengan motor saat hujan? Nah, ini yang terkadang saya bingungkan. Was-was saat berkendara saat hujan. Mau lambat, kok lama berkendara saat hujan. Mau cepat, takut kecelakaan karena suasana hujan, licin. Ditambah lagi jika saat itu bawa hp. Huaaa, udah motornya memicu petir, tambah hp juga mengundang petir. Jika kondisi seperti itu, terkadang saya memilih untuk berteduh terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Tapi, sering juga nekat untuk tetap melanjutkan berkendara dengan lambat, dengan syarat hp tak matikan, atau di buat plane mode (kayak naik pesawat aja 😀). Ya paling tidak mengurangi resiko kecelakaan dan resiko petir. Pasrah aja sih, dikembalikan kepada Alloh. Jika memang Alloh sudah berkehendak, apa boleh buat.

Tetapi, tidak ada salahnya kita berusaha untuk selalu terlindung dari bahaya. Terutama bahaya menjalarnya petir dari sinyal hp. Karena sekarang, hp sudah menjadi barang primer manusia. Dan kadang tanpa disadari, sering dengan santainya memgoperasikan hp saat hujan.

Semoga bermanfaat.

Beda definisi

Pernah saya posting sebelumnya bahwa ada posting dengan judul Beda definisi, yang sampai saat ini belum muncul.
Sehingga, dengan rela hati saya mencoba menuangkan buah pikiran yang dulu muncul. Meskipun, tulisan ini tidak sama persis dengan yang dulu. Ada ide yang tidak saya tuliskan.

Ketika kuliah Psikologi Belajar Matematika beberapa waktu yang lalu, ibu dosen menyampaikan tentang definisi.
Kita sering menjumpai ada dua orang atau lebih, yang sedang berdiskusi. Terkadang, diskusi tersebut tidak kunjung selesai. Jika kita sebagai orang matematika, dan mau berusaha untuk berpikir matematis, kita akan bisa tau permasalahan yang mungkin terjadi pada diskusi kelompok tersebut.

Dalam ilmu pengetahuan, khususnya matematika, kita sering menggunakan kata definisi. Ketika terdapat dua definisi yang berbeda, maka merbeda pula anggapannya, berbeda pula hasilnya. Contohnya, pada kalimat berikut:

Ayu dan Dani duduk sebangku

Pada kalimat tersebut, ada orang yang mendefinisikan bangku adalah meja. Tetapi ada juga yang mendefinisikan bangku adalah kursi.

Nah, kembali ke permasalahan tadi, bahwa jika ada beberapa orang yang sedang diskusi, ada kalanya mereka tidak menemuka solusi, atau tidak menemukan titik temu dalam diskusi. Jika kita berpikir matematis, mungkin kita akan paham bahwa sebenarnya permasalahan mereka ada pada definisi dari sesuatu. Jika setiap orang mempunyai definisi yang berbeda tentang sesuatu, maka tidak akan bisa ditemukan anggapan yang sama. Sehingga, perlulah kelompok tersebut untuk menyamakan persepsi terlebih dahulu, tentang definisi sesuatu. Dan pada akhirnya akan ditemukan kesepakatan yang sama dari suatu kelompok.

Kita sering mendengar kata cinta, terlebih saat kita berada di sekitar anak muda. Kita juga sering menjumpai anak muda yang patah semangat, hanya gara-gara cinta. Entah diputus, entah dicuekin, entah tidak peduli, dan lain sebagainya.
Ketika kita pahami, sebenarnya masalah tersebut muncul karena beda definisi. Jika 2 orang tersebut sama dalam mendifinisikan cinta, mungkin tidak akan muncul masalah diantara mereka hanya karena cinta.

Pada hakekatnya, cinta yang sebenarnya adalah cinta kepada Alloh, cinta kepada Rosul-Nya, dan cinta kepada orang tua.
Sedangkan cinta kepada sesama adalah nomor sekian. Terlebih makna cinta dalam arti sempit antara dua insan yang menjalin asmara, tentu tidak akan nyaman sebelum mereka saling menghalalkannya.

Semoga bermanfaat.

Long Years Ago

Teringat 10 tahun yang lalu.
Saat duduk di bangku SMP.
Banyak cerita saat itu.
Termasuk cerita duka.

Beda definisi 2

Hari sebelumnya, sudah pernah saya posting tentang Beda Definisi.
Tetapi, karena penggunaan aplikasi baru, sehingga sampai sekarang belum ter-publish. Sampai sekarang masing publishing.
Semoga bisa segera jadi published

You are The Apple of My Eye

Sudah lama gak nulis di blog.
Dan saat ini, keinginan untuk nilis di blog muncul lagi.

Aku memang tidak biasa nulis, jadi yaa tulisannya amburadul. Ngalor ngidul gak jelas.

Keinginan ini muncul dari kamu. Iyaa, dari kamu.

Semoga aku bisa latihan nulis, sehingga gak canggung lagi kalau nulis. Gak bingung menuliskan ide yang ada. Gak hanya bisa nulis satu kalimat trus udah.

Kayak di film, You are The Apple of My Eye.
Bukan ceritanya sih. Bukan juga permasalahan yang dibahas.
Hanya saja, aku merasa bahwa, dari kamu, aku berusaha untuk bisa nulis. Tidak memandang akhirnya besok bagaimana, hanya aku berusaha semaksimal mungkin yang aku bisa.

Terima kasih atas segalanya.

data

"Sepanjang umurku, aku belum mampu menerangkan terjadinya ombak."
"Aku belum mampu menjelaskan penyebab gerakan air laut"

INTUISI SEBAGAI PILIHAN UTAMA PEMBELAJARAN MATEMATIKA



Kuliah Filsafat Pendidikan Matematika bersama Prof. Dr. Marsigit melanjutkan belajar filsafat. Kali ini dimulai dengan membahas tentang mitos. Yang terlintas dipikiran kita ketika dengar kata mitos adalah sesuatu yang berbau negatif, tetapi sebenarnya tidak. Anak-anak tahu ilmu, sebagian besar dari mitos, karena mereka tidak tahu kebenarannya. Dari mitos tersebut, maka anak tahu dan bisa untuk melkukan sesutu. Objek dari pengetahuan anak adalah mitos, sedangkan caraya yaitu dengan intuisi.
Mitos tidak semuanya jelek. Mitos dibuat pasti ada sisi baik yang diinginkan oleh pembuat mitos. Mitos adanya Nyi Roro Kidul di Laut Selatan punya maksud agar orang-orang tidak semena-mena di laut. Contoh kecil yang beliau sampaikan kaitannya dengan mitos, misal kita membuat mitos bahwa pohon mangga kita dihuni makhluk halus. Harapannya, orang lain tidak mencuri mangga tersebut. Dalam contoh tersebut, bagi orang yang tidak tahu yang sebenarnya, berita tersebut adalah mitos, sedangkan bagi pembuat mitos, hal tersebut adalah ilmu.
Prof. Dr. Marsigit juga menceritakan pengalmannya dulu, baik ketika masih umur 2 tahun, SMA, kuliah, sampai pengalamannya yelah menjadi profesor seperti sekarang ini. Sungguh inspiratif dan bisa membangkitkan semangat untuk berusaha. Dari pengalamannya yang selalu berpikir rasional dan tidak memperayai adanya hantu. Beliau berusaha untuk mencari jalan hidup, termasuk mencari ilmu agama.
Dari pengalaman dan cerita beliau, dapat kita petik dan kita cari sikap yang seharusnya kita miliki. Pengalaman beliau untuk mencari olmu sendiri memberi gambaran kepada kita bahwa seseorang punya hak dan kesempatan untuk membangun ilmunya. Jika kita kaitkan dengan pendidikan, guru bukanlah orang yang memberi imunya kepada siswa, tetapi guru menjadi fasilitator agar siswa bsa membangun ilmunya. Salah satunya yaitu dengan intuisi.
Telah disampaikan di atas bahwa dalam intuisi, bisa juga kita mengunakan mitos sebagai caranya. Mitos yang beredar sekarang adalah matematika itu sulit, mengerikan, dan lain-lain. Mitos tersebut membuat orang-orang termasuk siswa, percaya dan malas untuk belajar matematika. Adanya mitos tersebut membawa pikiran siswa untuk menganggap bahwa matematika itu sulit. Adanya mitos tersebut, apa sikap kita sebagai calon guru matematika? Apakah membiarkan mitositu menjamur dan bertambah besar? Tentunya tidak.
Upaya yang bisa kita lakukan adalah membuat mitos bahwa matematika itu mudah, menyenangkan, dan dekt dengan kehidupan kita. Kita sebaiknya jangan mendefinisikan segala sesuatu yang ada, tetapi kita gunakan intuisi untuk mendapatkan ilmu. Seperti yang disampaikan pada kuliah sebelumnya bahwa untuk memahami arti 2, kita tidak menggunakan definisi bahwa 2 sama dengan 1+1, bukan juga 6:3, apalagi bilangan prima terkecil. Untuk memahami 2, kita gunakan contoh pada tubuhkita yang banyaknya 2, misalnya lubang hidung, telinga, mata, tangan, dan lain-lain. Dengan demikian, pembelajaran metematika akan lebih asik dan bermakna.
Sikap positif lan yang bisa diteladan dari cerita  dalam kuliah ini adalah menjalankan sesuatu dilandasi dengan ikhlas. Ikhlas bukan berarti gratis tanpa biaya, tetapi ikhlas diartikan sebagai melakukan sesuatu dengan tanpa mengharapkan imbalan. Jika pada akhirnya sikap kita diberi imbalan, itulah rizki yang kita dapatkan. Kaitannya dengan ikhlas, Prof. Dr. Marsigit menyampaikan kisah Syeh Abdul Qodir Jailani yang dengan ikhlasnya ia mengabdi dan menjalani sesuatu, termasuk menjalani hukumannya. Dari kekhlasannya, beliau dianggap sepagai gru spiritualitas patut diteladani.

MENEMBUS RUANG DAN WAKTU



Pada perkuliahan Filsafat Pendidikan Matematika dengan Prof. Dr. Marsigit, beliau menyampaikan tentang bagaimana menembus ruang dan waktu. Semua yang ada di alam ini senentiasa menembus ruang dan waktu. Mulai dari manusia yang berfilsafat, manusia awam, anak-anak, binatang, maupun tumbuhan, bahkan batu pun menembus ruang dan waktu. Jangankan apa yang dipikirkan, yang tidak dipikirkan pun menembus ruang dan waktu. Salah satu contohnya adalah kita merasakan adanya masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.
Ada tiga bekal yang dipertimbangkan untuk menembus ruang dan waktu dengan canggih, yaitu:
1.      Paham tentang ruang dan waktu.
Ruang itu ada dimensi 0, 1, 2, 3, san seterusnya sampai tak hingga. Kita memahami makna ruang dari aspek spiritualism. Para spiritualism membagi empat ruang, yaitu materialism, formalism, normatifsism, dan spiritualism. Segala sesuatu dapat menempati keempat ruang tersebut. Sedangkan waktu, ada waktu berurutan, berkelanjutan, dan berkesatuan.
2.      Memahami tentang adanya filsafat fenomenologi.
Fenomenologi diperlukan untuk menyebut bermacam-macam ruang dan waktu. Menurut Husserr, fenomenologi meliputi abstraksi dan idealisasi. Sebenar-benar manusia adalah abstraksi, yaitu hidup dengan memilih. Kita melihat hanya memilih yang depan saja, tidak bisa melihat belakang. Hanya memilih satu titik saja, tidak memilih ke banyak titik. Berbicara pun memilih, tidak bisa sekaligus. Inilah yang disebut dengan prinsip reduksi. Berpikirpun juga dengan abstraksi, hanya memilih satu hal. Hal-hal yang tidak kita pikirkan, kita buang di rumah ephoce.
3.      Memahami tentang filsafat foundasionalism dan antitesisnya.
Foundasionalism berangkat dari definisi, aksioma, teorema, dan seterusnya. Kaum fondasionalism tahu dan selalu memikirkan kapan mulainya sesuatu. Tetapi, apa yang terjadi pada diri kita, sebagian besar tidak diketahui kapan mulainya. Itulah antitesis dari foundasionalism, yaitu intuisionalism. Banyak hal-hal yang bisa kita ketahui tanpa harus tahu definisinya. Contohnya, kita tidak tahu kapan kita bisa membedakan antara besar dan kecil. Manusia merupakan kaum foundasionalism sekaligus intuisionalism, maka disebut kontradiksi.
Hal yang dapat dipetik dalam kuliah tersebut bahwa segala sesuatu menembus ruang dan waktu. Kita diam pun waktu terus berjalan. Dalam menyikapi hal tersebut, sebaiknya kita bisa mengatur waktu kita agar bisa efektif dan efisien. Hal lain yang didapatkan adalah kita memikirkan sesuatu satu per satu. Mengerjakan sesuatu dengan fokus. Meninggalkan hal-hal yang tidak semestinya dipikirkan. Selain itu, seharusnya kita mengajarkan matematika dengan intuisi. Pendidikan dengan intuisi akan menjadikan pendidikan lebih bermakna.

cliiing...


Sulit sekali memunculkan ide
entahlah sampai kapan aku begini
pengen berubah
layaknya lampu yang hidup diantara lampu-lampu yang mati
smangat...go...
semoga target tercapai, amien

MEMIKIRKAN SEGALA SESUATU YANG ADA DAN MUNGKIN ADA


Oleh Syahlan Romadon (P.Mat.Bil.09/09301241041)

Pertemuan kedua kuliah filsafat pendidikan matematika dengan Dr. Marsigit membahas tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mahasiswa yang tertulis pada refleksi pertama. Elum semua pertanyaan terjawab, karena terbatas waktu yang ada. Dari beberapa pertanyaan yang beliau jawab, inti yang saya dapat adalah sudah selayaknya dan seharusnya kita memikirkan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dalam diri kita dan lingkungan kita, termasuk juga pendidikan matematika.

Filsafat yang bagus, akan membuat orang semakin jelas dan gamblang dalam mengartikan sesuatu. Jika memang belum bisa jelas, atau dapat dikatakan membuat bingung. Ketika berfilsafat dan membuat saya bingung, itu wajar, karena saya masih dalam tahap belajar berfilsafat. Selain bingung, ketika berfilsafat mungkin saya akan mendapatkan jalan yang tersesat. Yang dimaksud tersesat disini adalah menemui jalan buntu dan bertentangan pada kodratnya. Ketika kita menemui hal tersebut, alangkah baiknya kita segera berhenti berfilsafat, berwudhu, dan beribadah. Karena, pada dasarnya, kita tetap meletakkan spiritualitas di atas filsafat.

Dalam menyikapi kehidupan, kita hendaknya selalu bersikap adil. Adil disini bukan diartikan sebagai adil sama rasa sama rata, tapi sesuai dengan porsinya. Segala sesuatu di dunia ini tidak akan bisa adil, karena memang manusia hidup dari ketidakadilan. Bahkan, ketika kita berpikir polos, Tuhan pun bersikap tidak adil. Contohnya, saya tidak dilahirkan dari ibu yang ada di istana, hal ini merupakan ketidakadilan. Akan tetapi, ketika kita berfilsafat dengan didasari spiritualitas, kita akan bisa menangkap ke-Maha Adilan Tuhan. Karena hanya Tuhan lah yang Maha Adil. Tidak ada makhluk lain pun yang bisa adil. Tapi, manusia selalu berusaha untuk bersikap adil.

Filsafat diartikan sebagai pola berpikir. Berfilsafat dapat juga diartikan sebagai berpikir. Jadi, perlunya mempelajari filsafat pendidikan matematika adalah untuk berpikir dan memikirkan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika, misalnya guru, siswa, dan constructivism. Ketika kita mau berpikir untuk pendidikan matematika, itu artinya kita pun peduli pada lingkungan kita, yaitu lingkungan pendidikan matematika. Kepedulian kita pastinya akan membawa pengaruh yang baik untuk pendidikan matematika.

MULAI BERFILSAFAT UNTUK MEMAHAMI SEUTUHNYA

Oleh Syahlan Romadon (P.Mat.Bil.09/09301241041)


Semester ini, saya menempuh mata kuliah Filsafat Pendidikan Matematika. Istilah filsafat tiba-tiba muncul dalam benak saya. Saya menganggap bahwa dalam kuliah ini, saya akan mengetahui seluk beluk pendidikan matematika dari akar hingga ujungnya. Akan tetapi, setelah mengikuti kuliah pertama, saya menganggap bahwa setelah kuliah ini saya bisa berfilsafat dan bisa memahami dan menyikapi setiap langkah kehidupan kita.

Dalam pertemuan perdana dengan Dr. Marsigit, telah disampaikan bahwa filsafat diartikan sebagai olah pikir. Filsafat juga dapat diartikan sebagai hidup. Akan tetapi, dalam kondisi sekarang, saya belum sanggup untuk memaknai filsafat sebagai hal tersebut di atas. Mungkin karena saya yang masih awam. Bisa juga karena hati saya yang belum terbuka sepenuhnya dalam memahami makna filsafat. Pemahaman saya sekarang, saya mengartikan filsafat sebagai memahami. Dalam hal ini, memahami sesuatu dengan sedalam-dalamnya. Ketika kita berfikir dengan didasari filsafat, kita akan mendefinisikan segala sesuatu yang tersusun dari sesuatu yang perlu didefinisikan lagi, sehingga akan muncul istilah definisi dalam definisi. Atau dapat dikatakan inti dari segala inti.

Jujur saja, saya masih asing dengan istilah filsafat. Saya masih belum sanggup untuk memahami segala sesuatu dengan sedalam-dalamnya. Sayapun masih kurang ilmu untuk bisa berfilsafat. Ketika menulis refleksi ini, saya belum bisa memahami setiap elegi yang disampaikan Dr. Marsigit dalam blog. Saya sadar, untuk bisa berfilsafat saya harus banyak membaca elegi yang beliau paparkan dan saya harus berusaha untuk bisa memahami dan memberi tanggapan dalam elegi tersebut.

Dalam kuliah, beliau Dr. Marsigit menyampaikan bahwa ketika kita ingin berfilsafat, hendaknya kita kuatkan dulu spiritual kita agar kita tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang di luar jangkauan pikiran kita, bahkan bisa membuat kita tersesat. Kita harus menempatkan kepercayaan kita kepada Tuhan di atas filsafat, bahkan di atas segalanya. Banyak juga pendapat, tanggapan, serta refleksi yang menyampaikan bahwa filsafat itu membuat kita tersesat, jadi kita harus hati-hati dalam berfilsafat. Akan tetapi, berbeda dengan saya, kondisi sekarang, saya belum terpikir dan belum terarahkan untuk menganggap bahwa filsafat itu menyesatkan. Saya belum tahu apa alasan bahwa filsafat itu bisa menyesatkan. Entah karena saya yang masih awam untuk berfilsafat ataukah karena saya yang terlalu menyepelekan untuk memahami sesuatu secara mendalam.

Anggapan saya sekarang, ketika kita berfilsafat, yaitu memahami segala sesuatu dengan sedalam-dalamnya makna, kita akan mendapatkan arti yang sebenarnya. Kita akan lebih berpikir panjang ketika akan melakukan sesuatu. Dengan filsafat kita bisa berusaha memahami segala sesuatu secara utuh. Kita akan bisa bersikap bijaksana dan berpikir matang sebelum melaksanakan sesuatu.

Kebiasaan berfilsafat juga bisa mengubah gaya hidup kita menjadi gaya hidup yang adil dan seimbang. Adil tidak diartikan sebagai sama rata, sama rasa, atau sama segalanya. Kita tidak bertindak adil dengan cara kita berjalan mundur agar seimbang dengan kebiasaan kita yang selalu berjalan maju. Kita tidak bertindak adil dengan cara makan dengan tangan kiri demi menyeimbangkan kebiasaan kita makan dengan tangan kanan. Akan tetapi, adil diartikan sebagai memberi sesuai dengan porsinya. Porsi berjalan maju dan berjalan mundur itu berbeda. Porsi penggunaan tangan kanan dan tangan kiri juga berbeda. Dalam memahami makna adil, akan lebih jelas ketika kita menggambil contoh yang sederhana. Misalnya, orang tua akan memberi uang saku anaknya sesuai dengan tingkat pendidikannya. Anak yang duduk di kelas 2 SD mendapatkan uang saku yang berbeda dengan anak yang duduk di kelas 2 SMA. Contoh lain, anak-anak diberi tugas untuk membawa beban yang beratnya berbeda dengan orang dewasa. Apa jadinya kalau anak-anak dan orang dewasa sama-sama membawa beban yang beratnya 40 kg? Pasti itu tidak adil dan tidak seimbang. Dengan berfilsafat, harapannya akan bisa mengubah pola pikir dan pola hidup yang mengarah pada hal-hal yang lebih baik.

Pertanyaan:
1. Apa yang mengarahkan kita pada hal yang menyesatkan ketika kita berfilsafat tanpa didasari spiritualitas?
2.    Bagaimana tingkatan adil, sehingga kita bisa memilih dan menjalan sesuatu dengan adil dan sesuai dengan harapan orang lain?

indahnya


indahnya malam karena bintang
indahnya bintang karena cahayanya
indahnya cahata karena kedipnya
indahnya kedip karena kita menunggu
indahnya menunggu karena ada

indahnya MALAM karena ADA

Selamat Berjuang...


Episode lalu, Ahad, 13 Juni 2012
bersama 10 anak penerus bangsa
dengan iktikad baik

penantian
24 Juni 2012
Akan ku lihat dan ku saksikan
pemindahan tali togamu
dan juga ucapan janjimu
dihadapan banyak orang
dihadapan orang tuamu

bukan sesuatu untuk disombongkan
tapi amanah yang harus diemban
sikap yang harus dijaga
perbuatan yang harus dikendalikan

semoga kalian kelak
jadi orang berguna
menjadi penerus bangsa
ubahlah bangsa ini
menjadi hal yang sangat berarti
untuk tempat kalian
dan kalianlah khalifahnya...

Tak Sebanding..


Aku bodoh
Tak bisa mengajarimu
Tak dapat menyelesaikan
Tak sanggup beri solusi

Aku bukan  orang berpengaruh
Bukan raja yang harus dituruti
Tak seperti suara mahasiswa menurunkan harga BBM
Tak sehebat mahasiswa melengserkan Presiden
Mungkin aku hanyalah rakyat jelata,
Tak tertampung aspirasinya
Yang tak sanggup mengubah,

Aku pengecut
Yang tak muncul dikala dibutuhkan
Tak datang ketika digunakan
Hanya sembunyi, tak berarti

Aku lemah di hadapanmu
Aku takhluk di depanmu
Tak sanggup membantah
Tak kuat berbuat
Aku tak berdaya

Bagai si cebol merindukan bulan
Pendek aja pengen yang tinggi
Tak sanggup menggapainya
Hai cebol, ngaca ya…
*Nih tak pinjemin cermin

Layaknya langit malam ini
Tanpa bintang
Bintang kejora tak kuasa bertahan
Bulan sabit telah beranjak meninggalkan
Murung, mendung
Berharap pagi segera datang

Tak seperti malam lalu (Rabu, 250412)
Bintang kejora bersanding dengan bulan
Atau malam sebelumnya (Senin, 230412)
Layaknya bulan dikejar bintang kejora.

Belajar ilmu ikhlas
Layaknya matahari menyinari bumi                          
Bagaikan sepatu yang diam walaupun diinjak, sengsara di luar
Bah pengorbanan sang ibu kepada anaknya..

Ibarat pong-pong.an pantai meninggalkan cangkangnya,
Cangkang tak kuasa mencari,
Tapi tetap berusaha menanti didatangi n diakui,
Izinkan aku..
Untuk selalu ada
Bukan untuk berharap
Tapi….
Aku hanya pengen berlatih setia
Menanti datangnya oktober.. J

Cuaca

Cuaca kali ini bagi ku adalah metafora.
Menanyakan cuaca sama halnya dengan bermaksud menemukan suasana hati mu yang sebenarnya.
Membicarakan cuaca adalah sebuah pilihan apakah kita akan saling menutup, atau mengumbar kejujuran satu sama lain. Dan aku selalu cemas apabila ternyata pertanyaanku tak pada tempatnya. Tapi aku pun benci bila harus berdiam diri, lalu sekedar menebak - nebak isi hatimu, bukankah hal ini sama saja dengan pertaruhan benar dan salah?
Benar, adalah menjadi awal kamu akan lebih memperhitungkanku, dengan itu aku berani untuk berkata bahwa aku selalu memperhatikanmu. Tapi bila salah, bagaimana kau akan percaya bahwa aku selalu ada untukmu? dan parahnya kesalahan akan mengantarku pada kesesatan dalam mengambil langkah selanjutnya.
Maka untuk kali ini aku putuskan untuk bertanya

"Apa kabar harimu?"
 "Aku biru".
*mana aku tahu bahwa sebenarnya kamu kelabu.

Biru. atau kelabu. Belum sempat aku bertanya lebih lanjut, karena kita kembali dibungkam oleh kebisuan. Kebisuan ini pada akhirnya kembali menjebakku dalam permainan duga menduga. Hatimu bungkam. Aku pun memilih enggan.

Ah, terkadang kamu menampilkan cerah yang palsu karena tak ingin mendungmu menjadi pajangan. Lalu bila saatnya nanti mendung itu tak mampu disembunyikan, pecah memecah langit - langitku, akankah selanjutnya akan muncul sinar, atau malah manjadi hujan?



Terima Kasih

Kamu tidak mengajari
Tapi aku menjadi mengerti
Apa itu bersyukur
Apa itu ketulusan
Apa itu kerja keras
Apa itu kedewasaan
Apa itu kesederhanaan
Apa itu kasih sayang.

Dan dalam detik ini aku kembali bersyukur
Atas hidup yang indah ini
Hidup di tengah kalian, (keluarga dan sahabatku)

Bila saatnya nanti waktu akan menjarah bahagia ini?
Aku selalu percaya kamu akan mengantinya dengan bahagia yang lain.
Semoga tetap seperti itu.

#for my lovely familly and friend


Waktu

Andai Waktu Bisa Ku Ulangi 
pengen ku ganti gerak langkahku hari ini
pengen ku ubah duniaku
pengen ku ulang dan kuperbaiki salahku


Maaf jika aku salah
Maaf jika aku khilaf
Tak ada niat menyakiti
Tak ada ingin buat kamu seperti ini


Tak ingin ku patahkan lagi tunas ini
Aku terlanjur mengagumimu...

Teorema Cinta




Eh, judul nya.....
:D
Kayak anak matematika aja, ngek
kalo anak matematika ngomongin cinta, pasti pake ini:



Atau mungkin pakai ini:

hoho,
tapi kali ini gag ada hubungannya dengan matematika, :D

Teringat perkataan pak dosen, ketika semesteeeerrrr ....(berapa ya, lupa). saat itu kuliah Psikologi Pendidikan. Karena mendidik calon pendidik, jadi ya harus mendidik bagaimana psikologi dan sifat-sifat peserta didik. (bingung ya? aku juga, hoho)
Disela-sela kuliah, beliau (pak dosen) kadang curhat tentang pengalaman pribadinya, biasanya masalah cinta mudanya (asik deh, hehe). Yang sering beliau ungkapkan adalah, ketika muda dulu, dia punya pacar se-universitas, beda fakultas, tapi sering juga ketemu dikampus.
Teorema unik yang beliau sampaikan kurang lebih seperti ini: "tips agar cinta itu kuat, ketika jauh didekati, ketika dekat dijauhi" Trus kapan ketemunya? katanya sering ketemu dikampus, kok ketika jauh didekati, ketika dekat dijauhi...?
Yang dimaksud jauh dan dekat itu "rasa" nya. Ketika si cewek terasa menjauhinya, maka si cowok akan mendekatkan hatinya, diajak ngapain kek, biar tumbuh lagi rasa dekat si cewek.
Sebaliknya, ketika si cewek terasa baru cinta mati ma si cowok, maka si cowok akan menghindar. Bukan menghindar kali, tapi membatasi. Begitu seterusnya. Yakin, cintanya akan semakin kuat dan tak mudah ditinggalkan, (kata beliau)

Kemudian, apa hubungannya dengan sekarang? masa kini?
melihat fenomena yang ada, mungkin jarang anak muda yang menerapkan teorema tersebut.
Ketika ada cewek mendekat, pasti si cowok juga akan mendekat, ketika salah satu menjauh, mungkin, satu yang lain juga menjauh. Alhasil, cintanya cuman sesaat, ketika ada masalah, bukan untuk dipecahkan, tapi digunakan sebagai alasan untuk membesarkan masalah dan menjauh. Kalo seperti itu, gimana mau langgeng, hehe

Naahh, coba deh tips dari dosen tadi. Meskipun itu untuk jaman dulu (30an tahun silam -mungkin- hehe) tapi, kayaknya akan tetap berlaku dizaman sekarang, di tahun 2012, abad ke 21, *ngek
Coba deh dari sekarang, ketika memang gag berhasil, kan bisa mencoba cara yang lebih bagus, hehe

Bagaimana menurut anda? O_o

Aku Cinta Indonesia...

Thank You Myspace Comments